Mama, aku nanti istriku berapa ?
Awalnya tidak tertarik melihat film " Jewel in The Palace " tetapi pembantu rumahku mengatakan. Film ini adalah ulangan cerita sangat menarik menurut pembantuku yang bernama sumi. Film Jewel Jewel In The Palace berkisah tentang Jang-geum, tabib perempuan utama pertama di istana pada masa Dinasti Joseon (1392-1897).
Drama ini sendiri jadi semacam epik kehidupan Jang-geum. Dimulai dari latar belakang ibunya, Myeong-i, seorang gungnyeo (dayang istana) yang selamat dari upaya peracunan oleh rekan-rekannya demi menjaga rahasia istana. Adalah rekan baiknya, dayang Han Baek-young yang memberi penangkal racun sehingga ia bisa selamat.
Awalnya biasa saja melihat film drama korea tersebut. Tetapi dilihat sepintas ceritanya semakin menarik. Sehingga aku berusaha tidak melewati walau kadang tidak sempat menonton drama tersebut.
Apa yang membuat saya tertarik cerita ini. Saya melihat awal sejarah kerajaan korea, yang selama ini hanya melihat kisah kerajaan cina dan jepang. Yang bikin menarik film ini adalah Jang Geum seorang tabib istana wanita pertama di korea dan diberi gelar Dae Jang Geum dan posisi tingkat ketiga di istana.
Dan tabib pertama yang melakukan operasi pada paseinnya. Gimana enggak hebat cerita ini.
Film ini semakin kutonton dan berusaha tidak melewati. Dan ada kisah raja dengan istrinya. Sedang melihat perseteruan permasuri dan selir raja lainnya.
Tiba-tiba, anakku nomor dua laki-laki. Waktu itu dia kelas 4 atau 5 SD, saya agak lupa film tersebut tahun berapa di putar di Indosiar. Bertanya, kenapa raja istrinya banyak ya mama. Ada permasuri, selir dan ada ibu suri apa perbedaan dari mereka.
Kujelaskan pada anakku permasuri adalah istri yang pertama dan kedudukannya akan bisa menjadi ratu dikerajaan tersebut. Dan selir adalah istri yang berikutnya dari raja. Biasanya raja mempunya selir banyak sekali.
Lalu, anak lakiku mengatakan lagi. Mama, aku nanti istrinya berapa ya ? Terkejut mendengar penuturan anakku. Dalam hatiku, rupanya buah tak jauh dari pohonnya. Semoga dia tidak berprilaku seperti itu.
Dan kujelaskan dalam islam. Islam tidak melarang beristri lebih dari satu namanya poligami. Tapi poligami dibatasi oleh Allah Swt. Laki-laki boleh menikah dengan 4 orang istri.
Tapi Berpoligami itu hukumnya sunnah bagi yang mampu, karena firmanNya “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa : 3]
Beristri banyak tidak hanya dia kaya dan mampu memberi makan istri dan anak-anaknya. Tetapi tidak mudahlah memiliki istri banyak. Karena mendidik mereka berat dan mereka mempunyai watak yang berbeda-beda. Bisa pusing kepala. Nabi sendiri pernah tidur di masjid karena para istri menuntut kenaikan uang belanja. Mendidik istri dan anak-anak tidaklah mudah. Bukan hanya materi saja tapi ada pertanggung jawab kepada Allah Swt.
Dan firman Allah Swt :
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” [An-Nisa : 3]
Dan dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” [An-Nisa : 129]
Dalam ayat yang pertama disyaratkan adil tetapi dalam ayat yang kedua ditegaskan bahwa untuk bersikap adail itu tidak mungkin. Apakah ayat yang pertama dinasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat yang kedua yang berarti tidak boleh menikah kecuali hanya satu saja, sebab sikap adil tidak mungkin diwujudkan ?
Dan tidak semua wanita mau dipoligami alias dimadu. Wah mengerti enggak anakku ini. Semoga engkau bisa menjadi anak yang sholeh nak !!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar