Awan hitam perlahan menyelimuti langit, petir dan kilatan cahaya mulai senantiasa menemani ke manapun awan hitam ini bergerak. Awan hitam semakin menyelimuti langit disekitar rumahku. Petir menyambar disana sini. Tak henti-hentinya kuberdoa. Sebentar lagi terlihat titik-titik air yang terjun bebas dari langit, titik-titik air yang semakin banyak dan akhirnya menyatu menjadi satu kesatuan yaitu hujan.
Ya Allah, lindungi anak perempuanku ....................................... Tak henti-hentinya kuberdoa. Kebetulan saya tidak pergi bekerja kekantor. Mau istirahat dengan tenang tetapi malah gelisah dengan awan gelap dan petir menyambar kesana kesini disekitar rumahku. Sebentar lagi turun hujan besar. Ya Allah kemana anak perempuanku belum pulang kerumah.
Raut wajahku serius dan mataku menatap tajam kearah luar rumah. Tak henti - hentinya kuberdoa dan berdzikir agar anakku cepat pulang kerumah. Dengan awan yang gelap dan petir menyambar-nyambar. Berarti akan turun hujan yang lebat. Terus terang, aku kuatir depan jalan rumahku banjir.
Aku cemas ..................... tak bisa menghubungi di BBMnya. Dan teleponnya tidak diangkat.
Ternyata anak perempuanku belum keluar sekolah. Dan baru membalas BBMnya.
Kusuruh anakku naik ojek dari sekolah, sebelum hujan turun lebat.
Ramalan cuaca di TV mengatakan, curah hujan tinggi dan angin akan bertiup kencang.
Aku cemas, aku cemas ..................... Ya Allah, mudahkan anakku naik ojek sampai kerumah sebelum hujan turun lebat.
Alhamdulilaah, anak perempuanku sampai kerumah dengan aman. Hujan mulai rintik-rintik turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar