Seperti biasa kucoba tidur malam di Jam 21.00. Tak lupa berdoa dan meminta agar dibangunkan di 1/3 akhir untuk berjumpa denganMU.. Ada kerinduan beberapa hari tidak berjumpa denganMU. Seperti biasa urusan wanita ada tamu bulanan sehingga absen menyapuMU. Tapi diwaktu dijabah kuberdoa dan berdoa untuk anak-anakku. Dan harapan serta mimpiku yang belum terwujud. Tapi aku tahu batasan takdirku telah digoreskan dikehidupanku. Sebagai hamba harus ridho akan keputusan Allah Swt.
Thank You, Allah memberikan banyak nikmat-nikmat kepadaku.
Ketika rasa kantuk belum menutup mataku. Tapi aku coba mulai beranjak ke peraduannya dan dengan sahajanya memberikan kehangatan bagi jiwa-jiwa makhluk seisi jagad raya.
Akhirnya kuterlelap dalam mimpiku. Dan jam beker berbunyi menunjukan waktu 3.30 pagi di wib.
Antar sadar dan tidak sadar di dalam mimpiku aku berwudhu. Aku kaget dan segera bangun menuju kamar mandi. Thank You Allah telah membangunkanku dan menyegerakan menghadap kepadamu. Untuk mengeluarkan unek-unek dihatiku dan meminta jalan keluar yang terbaik bagi diriku dan keluargaku.
Rasanya doaku masih belum selesai, tetapi kumandang azan subuh sudah terdengar. Kuakhir doaku dan pindah tempat untuk melanjutkan Sholat sunah subuh dan dilanjutkan sholat subuh. Serta taklupa berdzikir dan berdoa kembali serta dilanjutkan tilawah Al Quran.
Hari masih gelap, angin berbondong-bondong menyerang pori-pori kulitku, tetesan-tetesan hujan dan angin semilir mengiringi lirik-lirik detak jantungku yang tak hentinya bedegup . Aku memandang dari pagar rumahku dengan rasa suka cita. Dan mengucapkan Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan melihat dan merasakan angin yang semilir dan tetesan hujan. Entah apa yang sedang aku rasakan dan pikirkan. Tetapi aku merasakan pagi yang indah dan cerah dan menyongsong bergantian tahun. Dan segera membangunkan anak-anakku untuk sholat subuh. Alhamdulilaah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar