Sepulang dari pesantren Ramadhan putriku Orchidita Lystia banyak bercerita mengenai suasa pesantren Ramadhan yang diadakan di sebuah Villa di Bogor dengan teman-teman SMAnya.
Mulai dari suasana perjalanan dibis dengan seluruh siswa - siswi kelas X SMAN44 Jakarta.
Sambil menaruh tas dia mengeluh aduh capai sekali mama. Tapi semangat bercerita bahwa ada teman putri yang tidak puasa tapi makan di bis. Sekelompok teman putri tersebut ditegur kakak mentoringnya. Tapi jawaban sekelompok teman putrinya adalah lagi datang bulan jadi tidak puasa.
Tapi mamah tingkah mereka menyebalkan makan dan minum dengan sengaja di depan kami. Dan tertawa sekeras-kerasnya. Kak mentoring aja kesel lihat tingkah mereka tidak bisa di kasih tahu.
Tahukah mama sekelompokku tidurnya dilantai tidak kebagian kasur. Jadi tidur dilantai dengan tidur mana dingin lagi. Bogor hujan besar mama, kalau malam dingin sekali. Sementara kelompok lain dapat kasur yang digelar dilantai. Aku kurang tidur mama, capai sekali rasanya.
Putriku menghentikan obrolannya berganti baju dan istirahat tidur sambil menunggu waktu buka puasa. Sampai Azan magrib baru ku bangunkan, untuk buka puasa.
Setelah sholat magrib dia bercerita lagi. Temannya ada yang kesurupan setan. Setannya sudah suka ditubuh dia. Kebetulan yang kesurapan dulu sekolahnya di smpn 194.
Saya jadi teringat anak saya yang no.2 sekarang masih sekolah di SMPN 194, temannya juga ada yang kesurapan setannya juga suka sama dia. Naudzubilla mendzalik jangan sampai terjadi pada keluarga saya.
Saya katakan pada anak saya tolong sholat dan tilawahnya di jaga. Dan putriku juga mengatakan bahwa aku peserta terbaik dipesantren ramdahan mama. Bangga juga loh aku. Padahal aku protes melulu sama kakak mentoring karena enggak dapat kasur.
Alhamdulillah.
Ya Allah mudahkanlah saya mendidiknya, menjadi anak yang sholeh dan sholeha walau tanpa papanya disisi mereka. Amin.
Fitrah Manusia menginginkan hati yang tentram, tenang, bahagia. Tapi kita tidak berdaya. Ketika Allah berikan rasa benci,marah,kecewa,dendam dalam hati kita. Sedikitpun kita tidak akan mampu membuangnya sebesar apapun usaha kita kalau Allah tidak menolong kita. Mintalah pertolongan Allah agar semua rasa dendam, benci dan marah di hilangkan di dalam hati kita. Dan Pasrah kepada Allah. Dan merasa lelah apa yang kita rasakan.
1 komentar:
Posting Komentar