Rasanya kesal pagi ini, anak laki-laki (Rhaga) marah-marah. Harusnya mama bangun lebih pagi. Rasanya marah sekali. Kurang ajar kata-kata yang keluar dari mulutku. Mama sudah bangun pagi jam 3.30. Sholat QL dan Harus mengurus makanan sarapan pagi dan bikin susu anak-anak maklum dispenser rusak jadi tiap pagi harus masak air panas dan mengurus cucian piring dan Pakaian. Ada cucian yang tidak pakai mesin cuci. Terutama pakaian seragam dan pakaian dalam.Karena saya jam 6 pagi harus siap pakaian rapih untuk kekantor dan mengantar anakku yang perempuan (Lystia) dulu baru balik lagi jemput anakku yang laki-laki (Rhaga )untuk diantar kesekolah. Jam Masuk kerja Jam 8 Pagi s/d jam 17.00. Tapi tidak bisa pulang jam 17.00 karena ada pekerjaan yang belum selesai.
Rasanya kesal harus disalahkan anak. Sebagai ibu yang single parents ingin kuat dan cekatan untuk menghadapi sepak terjang anak-anak. Walau ada air mata yang meleleh bila anak-anak bertengkar dan tidak nurut bila kuperingat serta masih disalahkan.
Belum lagi anak perempuan saya kalau pulang kantor kepinginnya disuapi mamanya walau pulang malam mereka kadang belum makan menunggu saya. Pagipun yang anak perempuan masih disuapin.
Sayapun masih berjuang untuk berdoa agar anak perempuan saya tetap tinggal sama saya. Tidak memilih tinggal dengan papanya. Karena bila saya tanya masih ada kebimbangan. Sementara saya masih harus mengurus tunjangan anak-anak saya yang tidak sesuai kesepakatan. Saya harus mengurus kekantor PAPAnya tapi saya masih menunggu jawaban dari ALLAH minta yang terbaik. Kebahagian seorang ibu anak-anak tinggal dengan mamanya. Walau di akta perceraian anak perempuan saya ikut papanya dan anak laki-laki saya ikut mamanya.
Didalam doa saya yang paling cepat dikabulkan oleh ALLAH anak perempuan saya memilih ikut kembali dengan saya. Walau saya sampai terpaku.
Ada SMS yang masuk membuat saya punya kekuatan isinya :
Saat aku merasa tak mampu memberikan perhatian padamu, aku yakin ALLAH mampu.
Saat aku merasa tak mampu lagi membantumu bertahan, aku yakin ALLAH mampu.
Saat aku merasa tak mampu menjadi tempatmu berkeluh kesah, aku yakin ALLAH mampu.
Ya Rabb, satu pintaku saat aku sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudaraku jangan biarkan ia lepas dari genggamanMU.
Saya tersentuh sms dari teman. Intinya Sebagai manusia harus berusaha menanamkan hanya ALLAH SANDARAN KITA, WALAU JATUH BANGUN.
Ya Rabb sampai hembusan napasku terakhir harapan seorang hamba agar selalu bersandar pada MU. Agar Tiket ke surga dapat kugapai dan kugenggam kembali.Walau menggapai tiket ke surga tidaklah mudah.
Fitrah Manusia menginginkan hati yang tentram, tenang, bahagia. Tapi kita tidak berdaya. Ketika Allah berikan rasa benci,marah,kecewa,dendam dalam hati kita. Sedikitpun kita tidak akan mampu membuangnya sebesar apapun usaha kita kalau Allah tidak menolong kita. Mintalah pertolongan Allah agar semua rasa dendam, benci dan marah di hilangkan di dalam hati kita. Dan Pasrah kepada Allah. Dan merasa lelah apa yang kita rasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar